Pada Sabtu, 15 Februari 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan yang signifikan. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), kurs jual dolar AS tercatat sebesar Rp16.446,83, sementara kurs beli berada di angka Rp16.283,17. Hal ini mencerminkan apresiasi rupiah dibandingkan dengan posisi sebelumnya.
Selain itu, menurut laporan dari Warta Ekonomi, pada Jumat, 14 Februari 2025, rupiah dibuka menguat di posisi Rp16.280 per dolar AS, dengan yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun ke 6,81%. Penguatan ini sejalan dengan melemahnya indeks dolar AS (DXY) ke level 107,31 dan kenaikan yield US Treasury (UST) Note 10 tahun ke 4,529%.
Penguatan rupiah ini juga didukung oleh aliran modal asing yang masuk ke pasar domestik. Sepanjang tahun 2025 hingga 13 Februari, investor asing mencatatkan beli neto sebesar Rp10,11 triliun di pasar SBN dan Rp4,60 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Dari sisi perbankan, Bank Central Asia (BCA) melaporkan bahwa pada 15 Februari 2025 pukul 06.20 WIB, kurs e-Rate untuk dolar AS adalah Rp16.210,00 (beli) dan Rp16.250,00 (jual). Kurs TT Counter menunjukkan nilai Rp16.080,00 (beli) dan Rp16.380,00 (jual), sementara kurs Bank Notes berada di Rp16.130,00 (beli) dan Rp16.430,00 (jual).
Secara keseluruhan, pergerakan positif rupiah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain melemahnya indeks dolar AS, aliran modal asing yang masuk, serta kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia. Meskipun demikian, pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap dinamika global yang dapat mempengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah di masa mendatang.